Sarah Palin’s failures
Kita baru saja melalaui suatu era pemilihan president yang sangat menarik dalam kurun waktu yang cukup panjang di Amerika. Pertarungan antar candidate, debat serta keahlian masing2 terlihat di depan mata kita. Dalam debat dimuka umum memperlihatkan siapa sebenaarnya kita. Apakah kita mudah marah, mudah terbawa situasi dan emotional. Begitulah yang kita lihat antara Obama/Biden dari Demokrat dan Mc Cain/Sarah Palin dari Republik. Penunjukan cawapres Sarah oleh M’cain rupanya memang tidak merujuk kepada usulan orang dalam dari Republik, pilihannya sendiri, disamping memang dia orang keras kepala dan egoist. He reap what he sow. Penunjukan Sarah yang berasal dari Alask itu, tidakmembantu sama sekali meningkatkan citra M’Cain dalam campanyenya, sebaliknya membuat dia terpuruk ditambah lagi dengan keburukan dari Bush’s administration. Mulai dari penggunaan dana politik yang digunakan sarah, sampai prilakunya yang tidak simpatik dengan scandal kehidupan keluarganya dan kualitas intelektualnya yang tidak memadai, membikin rakyat merasa malu kalau sampai suatu saat dia menjadi president kalau M’Cain mundur karena sakit cancer kulit. Namun rupanya, dia tidak meneima kritikan yang muncul atas dirinya dan menyalahkan orang lain dari staf kampanye M’Cain. Akhir kata, apa yang dipervbuat oleh Sarah dalam membela dirinya atas kritikan hanya membuat orang makin tidak senang kepadanya. Jangan benci dia, kan sudah tidakjadi cawapres lagi. Ini harus menjadi pelajaran bagi calon2 presiden yang maju pada Pemilu mendatang di Indonesia, jangan asal maju dan ngomongĀ dan janji seenaknya. Rakyat sudah melek politik dan demokrasi.