Mungkinkah?
Kita sudah mengetahui sekarang ini Obama president Amerika terpilih sedang menyusun anggota kabintnya. Dia telah berhasil mengkampanyekan dirinya bersama tim bahwa amerika perlu perubahan. Memang dia mempunyai bahan yang cukup banyak untuk itu karena dia datang dari habitat yang sama sekali asing dibanding calon2 lain. Dia datang dari keluarga campuran putih dan hitam dan dia juga sudah mengenyam kehidupan diluar amerika dan mengetahui bagaimana budaya kehidupan diluar Amerika. Sedangkan amerika saat ini adalah amerika yang penuh dengan arogansi dengan kelebihannya dan mengamgap dirinya polisi dunia. Dia mempunyai semua, kekuatan meliter,ekonomi sosial dan budaya yang ditiru banyak bangsa di dunia. Karena itu dia bisa berbuatapa saja terhadap negara lain yang dianggapnya berlawanan dengan demokrasi. Sungguh hebaat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa rakyat Amerika banyak yang tidak ssetuju dengan polah pemerintahan yang sekarang dibawah ,Bush. Obama melihat semua hal tersebut dan dia sudah antisipasi kemungkinan2 yang akan timbul. Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah pola pemilihan president yang menganut persyartan yang disebut WASP(white,anglo saxtion and protestan). Dia berniat untuk merubahnya, karena selama ini term ” protestan” sudah dapat dilanggar dengan terpilihnya Kennedy sebagai president dari klan katolik. Nah sekarang dia mencoba merubah unsur “W” menjadi black, dengan mengajukan konsep “perubahan” bagi rakyat Amerika. Memang hidup ini tidak pernah kekal dan selalu berubah dan hanya faktor waktu saja yang menjadi penentu. Sekarang President Amerika adalah orang dari kulit hitam pertama dan masih muda dari tingkat umur, dia punya banyak waktu untuk merubah Amerika. Tidak saja rakyat Amerika mengharapkan perubahan, tapi dunia juga mengharapkan perubahan, tentunya perubahan yang sifatnya positif untuksemua. Bagaimana dengan Indonesia? Sebentar lagi akan ada pemilu. Sudah banyak yang mengajukan diri untuk jadi president. Dari partai yang baru berdiri, kita lihat Prabowo. Dari Demokrat masih tetap SBY, dan dari PDIP Megawati. Dari ketiga calon itu yang sudah jelas hasil kerjanya adalah SBY. Wakil presidentnya adalah Yusuf Kalla, yang sekarang disebut sebagai “real president”. Istilah ini mempunyai banyak arti, bisa pujian dan bisa juga menyindir atas kegiatan Kalla yang diluar konteks wakil president. Selama ini, seperti di Amerika brlaku “wasp” dan di Indonesia berlaku “president harus orang Jawa”, apakah ini menjadi pertimbangan untuk “perubahan”? Sementara ini Golkar belum menyatakan calon president dengan dalih menunggu hasil pemilu legislatif. Tapi kalau Golkar berani mencanangkan perubahan dalam kebiasaan berpolitik di Indonesia dengan mengajukan Kalla sebagai president, kenapa tidak! Dia sementara sudah menunjkkan kiprahnya sebagai wapres, dan ini memberikan hal positif kepada dirinya. dan dia sebagai seorang saudagar sudah biasa menghitung laba rugi, yang tentunya dapat juga diaplikasikan dalam pemerintahan RI ini. Mari kita tunggu kemana arah perpolitikan di Indonesia menjelang pemilu 2009. Buatlah “perubahan”, karena hidup pada hakekatnya adalah perubahan.